Resmikan Gas JNE#6 dan Lapangan Maha, Menko Hiltrans Dorong Tambahan Produksi Gas Nasional
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
NOMOR: 055.Pers/04/SJI/2026
Tanggal: 22 Oktober 2026
Resmikan Gas JNE#6 dan Lapangan Maha, Menko Hiltrans Dorong Tambahan Produksi Gas Nasional
Pemerintah menambah pasokan gas nasional dari lepas pantai Kalimantan Timur. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub, Kamis (22/10). Begitu Maha mulai mengalirkan gas akhir bulan ini, kedua proyek akan menambah produksi sekitar 290 MMSCFD.
"Ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dan seluruh perusahaan, terutama Searah dan Eni, dalam mewujudkan Asta Cita Bapak Presiden, di mana salah satu di antaranya adalah mewujudkan kedaulatan energi," ujar ujar Bahlil sesaat sebelum meresmikan kedua proyek.
Bahlil melanjutkan, pemerintah menyambut baik keberhasilan pengeboran cabang baru (side-tracking) sumur JNE#6 yang telah menunjukkan hasil signifikan sejak 9 Oktober 2026. Produksi gas tercatat melonjak lebih dari lima kali lipat, dari sekitar 10 MMSCFD menjadi 56 MMSCFD. Keberhasilan ini turut menambah cadangan gas awal di tempat (Gas In-Place/GIIP) sekitar 100 BCF.
"Ada penambahan 60 MMSCFD dan dari Blok Maha sekitar 230 MMSCFD. Jadi, totalnya kurang lebih sekitar 290 MMSCFD. Dengan demikian, produksi existing mereka yang saat ini sebesar 450 MMSCFD ditambah 290 MMSCFD, maka pada 1 November mendatang sudah bisa mencapai 750 MMSCFD," jelas Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil menambahkan bahwa fasilitas produksi Lapangan Maha yang menelan investasi sekitar 891 juta US dolar ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2026. Proyek ini juga diperkirakan membuka lebih dari 700 lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, sekaligus mendorong keterlibatan industri fabrikasi dalam negeri dalam pengembangan migas laut dalam.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Searah Muara Bakau B.V., Mirko Araldi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan Lapangan Jangkrik. Ia pun menegaskan komitmen perusahaan untuk terus melakukan eksplorasi demi menemukan potensi cadangan baru.
"Fasilitas Jangkrik telah menjadi bagian penting dari operasi kami dan saat ini sepenuhnya dioperasikan oleh tenaga kerja Indonesia. Kami terus melanjutkan program eksplorasi, termasuk kegiatan survei seismik 3D/4D bersama mitra. Survei yang mencakup area sekitar 12.000 kilometer persegi ini merupakan salah satu survei seismik terbesar yang dilakukan perusahaan di Indonesia untuk membantu menilai potensi eksplorasi yang masih tersedia di Cekungan Kutai," terang Mirko.
Cekungan Kutai menjadi salah satu temuan besar yang memberikan sinyal positif bagi upaya penguatan pasokan energi dalam negeri di tengah kebutuhan yang terus meningkat. Temuan potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat ini mengonfirmasi bahwa potensi migas Indonesia masih sangat besar dan menjanjikan.
Upaya mewujudkan kedaulatan dan kemandirian energi ini merupakan buah dari sinergi lintas lembaga. Oleh karena itu, Menteri Bahlil menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim SKK Migas, Direktorat Jenderal Migas, Eni, Searah, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras. Pemerintah juga berencana melibatkan pemerintah daerah dalam diskusi agar manfaat pengembangan ini dapat dirasakan secara bersamanya.
Menutup arahannya, Menteri Bahlil menegaskan bahwa pemerintah siap memfasilitasi dan membantu setiap perusahaan baik domestik maupun asing yang berinvestasi di Indonesia, dengan tetap memegang teguh aturan serta prinsip saling menguntungkan, perusahaan harus memperoleh manfaat, perusahaan lokal harus memperoleh manfaat, dan negara juga harus mendapatkan manfaat. Tidak boleh ada pihak yang diuntungkan dengan merugikan pihak lain. (SF)
Bagikan Ini!