Buka Vaksinasi HPV, Sri Suparni Bahlil Ajak Perempuan Tak Tunda Pemeriksaan Kesehatan

Senin, 19 Oktober 2026 - Dibaca 145 kali

JAKARTA - Sebanyak 784 peserta terdaftar mengikuti vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di empat kota. Membuka kegiatan itu di GOR Bulu Tangkis Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (19/10/2026), Penasihat DWP Kementerian ESDM Sri Suparni Bahlil mengajak perempuan tidak menunda pemeriksaan kesehatan hingga muncul keluhan.

"Bukan berarti kita sakit dulu baru ke rumah sakit. Jadi, ayo kita sama-sama lebih peduli kepada diri kita sendiri. Karena kita sebagai seorang ibu, sebagai perempuan, ini perannya sangat penting. Kalau kita sehat, insyaallah keluarga juga akan sehat," ujar Sri Suparni.

Selain vaksinasi HPV, kegiatan ini juga menghadirkan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS). Vaksinasi digelar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Cepu, dengan 446 peserta terdaftar di Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 dan didukung Badan Geologi, tenaga kesehatan, Rumah Sakit Dharmais, PT Bio Farma, serta Yayasan Kanker Payudara Indonesia.

Sri Suparni menjelaskan, kegiatan ini secara khusus diarahkan bagi pegawai perempuan dan anggota DWP Kementerian ESDM. Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan perlu dimulai dari lingkungan terdekat sebelum diperluas kepada masyarakat.

"Jangan menunda pemeriksaan, jangan menunggu sakit dulu baru kita ke rumah sakit. Jangan biarkan rasa takut, malu, atau kesibukan menghalangi kita untuk menjaga kesehatan. Merawat diri adalah bagian dari cara kita merawat keluarga," tegasnya.

Ia juga menyampaikan dua pesan penting kepada peserta. Pertama, vaksinasi HPV bukan akhir dari upaya pencegahan. Deteksi dini kanker serviks tetap perlu dilakukan secara berkala sesuai anjuran tenaga kesehatan. Kedua, perempuan diharapkan menjadi agen kesehatan bagi keluarga dan lingkungannya, dengan membagikan informasi yang benar, mengajak perempuan lain lebih peduli terhadap kesehatan, serta mendorong anak perempuan mengikuti imunisasi HPV sesuai program pemerintah.

Sri Suparni turut menyoroti pentingnya deteksi dini kanker payudara. "Kanker payudara belum dapat dicegah melalui vaksinasi. Karena itu, perempuan perlu mengenali kondisi tubuhnya sendiri dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan perubahan yang perlu diperiksa lebih lanjut," ujarnya.

Ke depan, ia berharap layanan pemeriksaan, termasuk mamografi, dapat diperluas agar semakin banyak perempuan di berbagai daerah memperoleh akses terhadap fasilitas deteksi dini kanker. (SF)



Bagikan Ini!