Tujuh Kapal Dikerahkan, Bahlil Perkuat Cadangan BBM Bali hingga 15 Hari

Senin, 19 Oktober 2026 - Dibaca 162 kali

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 054.Pers/04/SJI/2026

Tanggal: 19 Oktober 2026

Tujuh Kapal Dikerahkan, Bahlil Perkuat Cadangan BBM Bali hingga 15 Hari

Pemerintah menaikkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dari 11 hari menjadi 15 hari untuk mempercepat pemulihan pasokan. Keputusan itu diambil Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal (FT) Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).

Rapat tersebut dihadiri Gubernur Bali, Kapolda Bali, Kasdam IX/Udayana, Direktur Utama Pertamina, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, dan Kepala BPH Migas. Bahlil menyampaikan perintah kenaikan cadangan melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi serta BPH Migas, sekaligus menepis kabar bahwa kuota BBM untuk Bali dipangkas.

"Saya malah hari ini baru memerintahkan, memutuskan lewat Dirjen Migas dan BPH Migas, untuk menaikkan kuota yang tadinya 11 hari, saya naikin menjadi 15 hari. Jadi bukan mengurangi, menambah," ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa sempat membuat cadangan di Bali turun hingga sekitar 3 sampai 4 hari. Kini cadangan rata-rata sudah kembali ke kisaran 11 sampai 12 hari.

"Jadi alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di sini (Provinsi Bali) sudah bisa teratasi," katanya.

Tambahan pasokan BBM dijadwalkan kembali tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Terminal Manggis melalui sejumlah kapal pengangkut. Kedatangan pasokan ini menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga untuk memperkuat ketersediaan BBM serta menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat di Bali.

Di lapangan, Pertamina Patra Niaga menyalurkan sekitar 3 juta liter BBM per hari ke Bali, di atas konsumsi normal Pertalite sekitar 2,2 juta liter per hari. Sebanyak 66 SPBU di Denpasar dan Badung beroperasi 24 jam, didukung tambahan 16 mobil tangki dan 100 personel TNI. Gubernur Bali menyebut skema pembelian ganjil-genap sejak Sabtu (17/10) efektif mengurai antrean, sehingga diperpanjang hingga Jumat (23/10).

Bahlil menjelaskan, cadangan 15 hari bukan berarti stok habis dalam 15 hari. Ia mengibaratkannya seperti bak air di rumah yang terus diisi ulang.

"Bukan berarti 15 hari itu habis. Enggak. Dia bergulir terus, datang terus," ujarnya.

Antrean di Bali muncul sejak pekan lalu akibat kendala bongkar muat kapal tanker, gelombang tinggi, dan lonjakan pembelian. Pemerintah juga mengevaluasi distribusi di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera, tempat pendangkalan sungai membuat pengiriman dialihkan ke jalur darat.

Secara nasional, cadangan Pertalite berada di kisaran 16 sampai 18 hari, sementara jenis BBM lainnya di atas 20 hari. Karena itu, Bahlil menegaskan fokus pemerintah kini ada pada kelancaran distribusi. "Sekarang distribusinya yang kita perlancar," katanya.

Direktur Utama Pertamina menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali dan berkomitmen kejadian serupa tidak terulang. Pemerintah, Pertamina, dan Pemerintah Provinsi Bali akan mengevaluasi distribusi setiap hari agar layanan BBM kembali normal dan aktivitas warga serta pariwisata di Pulau Dewata berjalan lancar. (RD)

Bagikan Ini!