58 Tim Tanggap Darurat Subsektor Minerba Hadir Dampingi Warga Terdampak Gempa di NTT

Kamis, 3 September 2026 - Dibaca 92 kali

Semangat gotong royong terus menguat dalam penanganan bencana gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pertengahan Agustus lalu. Salah satunya ditunjukkan oleh subsektor mineral dan batubara (minerba) yang mengerahkan puluhan tim tanggap darurat untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengatakan, Kementerian ESDM bersama pelaku usaha subsektor minerba telah mendirikan sejumlah posko tanggap darurat guna mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana di NTT.

"Sebanyak 58 tim yang berasal dari 78 perusahaan telah kami kerahkan untuk memberikan dukungan di lapangan. Selain itu, Inspektur Tambang penempatan provinsi juga ditempatkan di beberapa titik untuk mendampingi serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait," ujar Tri di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Posko tanggap darurat didirikan di sejumlah kabupaten, antara lain Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo. Di setiap posko disiagakan tenaga kesehatan, personel penyelamatan, serta petugas logistik untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat secara cepat dan tepat.

Melalui Program ESDM Siaga Bencana yang telah berjalan sejak 16 Agustus 2026, Kementerian ESDM mengerahkan personel beserta bantuan kemanusiaan ke berbagai wilayah terdampak gempa.

Di lapangan, tim tanggap darurat memberikan dukungan mulai dari pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, hingga pendistribusian bantuan logistik. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pascabencana.

Tri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha sektor ESDM, termasuk perusahaan pertambangan di sekitar wilayah terdampak maupun dari daerah lain, yang turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha sektor ESDM yang telah turun langsung membantu masyarakat terdampak bencana di NTT. Dukungan yang diberikan, baik melalui personel, layanan kesehatan, maupun bantuan logistik, sangat berarti dalam mempercepat penanganan di lapangan," kata Tri.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi masa-masa sulit setelah bencana.

"Kami berharap semangat sinergi dan kepedulian ini terus terjaga. Kehadiran dunia usaha di tengah masyarakat menunjukkan bahwa penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan gotong royong seluruh elemen bangsa," tuturnya

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan bencana di NTT. Keterlibatan puluhan perusahaan melalui pengerahan personel, layanan kesehatan, dan bantuan logistik menunjukkan bahwa kepedulian lintas sektor berperan besar dalam memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.

Bagikan Ini!