Wamen ESDM: PLTA Saguling Mampu Stabilkan Pasokan Listrik Jamali
BANDUNG - Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keandalan dan pasokan listrik selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026. Pemerintah memastikan kondisi sistem kelistrikan nasional, khususnya di wilayah Jawa-Bali, berada dalam keadaan aman dengan cadangan daya yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepastian ini disampaikan setelah Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meninjau langsung kesiapan operasional PLTA Saguling di Kabupaten Bandung Barat, Senin (16/3).
"Hari ini dari Posko Nasional Sektor ESDM melakukan kunjungan untuk melihat kesiapan kellistrikan. Jadi, untuk pasokan ketenagalistrikan, kita ingin melihat kesiapan secara keseluruhan dari PLTA Saguling memasok sistem Kelistristrikan Jawa-Bali," ujar Yuliot usai rapat dengan pimpinan PT PLN di lokasi.
Menurut Yuliot, PLTA Saguling sudah dipersiapkan jauh hari sehingga tidak diperlukan lagi perawatan besar menjelang libur lebaran. "Kalau kita lihat dari kesiapan potensi gangguan ke depan itu justru ini sangat minimal," tambahnya.
PLTA Saguling, yang memanfaatkan aliran Sungai Citarum, berperan penting dalam sistem ketenagalistrikan. Selain mendukung beban puncak di sistem Jawa-Bali, pembangkit berkapasitas 4 x 175,18 MW ini juga berfungsi sebagai pengatur frekuensi sistem dengan menerapkan Load Frequency Control (LFC).
Pada periode siaga Ramadhan dan Idulfitri (12-31 Maret 2026), proyeksi menunjukkan beban puncak (BP) sebesar 47.198 MW, sementara daya mampu pasok (DMP) mencapai 51.608 MW atau tersisa cadangan total 4.410 MW.
"Dengan ketersediaan pasokan dan kebutuhan yang masih tersisa cadangan 9,3% atau 4.401 MW maka dapat dipastikan cadangan itu masih cukup handal," ujar Yuliot.
Adapun pada tanggal 21 Maret 2026 atau saat Hari Raya Idulfitri, Posko Nasional memproyeksikan BP sebesar 35.017 MW dan DMP 51.967 MW, sehingga cadangan total mencapai 16.950 MW (48,4%). Proyeksi ini menunjukkan bahwa, meskipun BP pada hari H lebaran naik 5,46% dibanding 2025, beban tersebut tetap lebih rendah 29% dibanding hari normal. (SF)
Bagikan Ini!