Wamen ESDM Dorong Listrik Andal untuk Dukung Harapan Baru di Maluku dan Maluku Utara

Rabu, 29 April 2026 - Dibaca 98 kali

AMBON - Pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Maluku Utara membawa harapan baru bagi masyarakat. Namun, di balik peluang tersebut, ada kebutuhan mendasar bagi 889.973 pelanggan di dua wilayah tersebut yang harus dipastikan hadir tepat waktu: listrik yang andal dan merata.


Saat berkunjung ke Kantor PT PLN (Persero) UP3B Maluku di Ambon, Selasa (28/4), Wakil Menteri ESDM Yuliot menekankan pentingnya kesiapan pasokan listrik seiring berkembangnya pusat-pusat ekonomi baru.


"Adanya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru diperlukan persiapan ketersediaan energi khususnya di wilayah-wilayah yang dimungkinkan tumbuhnya industri-industri baru seperti di Weda Bay, Halmahera dan di Saumlaki kelak jika sudah beroperasi," ujar Yuliot.


Ia mencontohkan kawasan seperti Weda Bay di Halmahera hingga Saumlaki yang ke depan berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru. Menurutnya, kesiapan energi di wilayah-wilayah ini menjadi kunci agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara optimal.


Lebih jauh, Yuliot juga menggarisbawahi pentingnya menghadirkan listrik hingga ke desa-desa, terutama di wilayah terpencil. Pemanfaatan energi baru terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilengkapi penyimpanan energi, dinilai menjadi solusi nyata.


"Dengan akan dibangunnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Maluku dan Maluku Utara, kami berharap jangan sampai terjadi kegiatan ekonomi sudah terbangun namun pasokan listriknya belum tersedia sehingga terjadi delay", katanya.


Ia menegaskan, setelah lebih dari delapan dekade kemerdekaan, masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) tidak boleh lagi tertinggal dalam hal akses listrik.


"Wilayah 3T adalah benteng kita bersama. Ketika listrik hadir, di situ ada pendidikan yang lebih baik, ekonomi yang bergerak, dan harapan yang tumbuh," tambahnya.


Sementara itu, General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menyampaikan bahwa kondisi kelistrikan di wilayah tersebut terus mengalami perbaikan. Meski tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan masih besar, PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan sekaligus memperluas jangkauan layanan.


"Tantangan geografis wilayah kepulauan tetap menjadi perhatian Bagi kami dalam memastikan listrik yang andal dan merata dan ke depan kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam memudahkan kegiatan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyediaan listrik yang andal dan berlanjutan", ujarnya.


Saat ini, sistem kelistrikan di Maluku dan Maluku Utara ditopang oleh 168 sistem yang melayani hampir 890 ribu pelanggan. Dengan daya mampu mencapai 457,15 MW dan beban puncak sekitar 292,82 MW, masih terdapat ruang untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik ke depan.


Di tengah geliat pembangunan, listrik tidak lagi sekadar kebutuhan teknis, melainkan fondasi utama bagi kesejahteraan. Ketika listrik hadir tepat waktu dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, di situlah pembangunan menemukan maknanya. (SF)

Bagikan Ini!