Seruni Kabinet Merah Putih Gelar Bakti Sosial di Kupang NTT

Selasa, 23 Juni 2026 - Dibaca 113 kali

Organisasi Seruni Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) menunjukkan komitmen nyatanya dalam membangun Indonesia dari daerah melalui aksi kolaborasi lintas bidang di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dipelopori oleh Bidang 4, kegiatan bakti sosial yang dilakukan kali ini menyasar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat mulai dari akses air bersih, fasilitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi lokal hingga penyediaan akses penerangan.


Dalam laporannya Ketua Bidang 4 Seruni KMP, Sri Bahlil menyampaikan bahwa seluruh rangkaian program ini merupakan wujud gotong royong yang didukung penuh oleh berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga dunia usaha.


c-Seruni%2011.jpeg"Semangat yang kami bawa adalah menghadirkan solusi bagi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari air bersih, pendidikan, kesehatan lingkungan, ketahanan pangan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat dan akses penerangan," ujar Sri Bahlil di lokasi pertama pemberian bantuan di SDN Enokaka Desa Sillu, Senin (22/6).


Di samping kegiatan sosial, fokus utama Bidang 4 pada kunjungan kali ini adalah memperkuat akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi. Oleh karena itu, pada hari ini kita juga meresmikan sumur bor yang dibangun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Desa Sillu untuk kebutuhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses air bersih.


"Sumur bor ini diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan air bersih yang selama ini masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat di wilayah ini. Tidak hanya itu, melalui kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, dukungan penyediaan jaringan fasilitas air minum dan sanitasi juga terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,"lanjut Sri.


Bantuan lain yang juga tidak kalah penting diberikan Seruni KMP bagi kebutuhan masyarakat yakni Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Oefeto. Program ini ditujukan bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati akses listrik secara memadai untuk mendukung aktivitas ekonomi dan proses belajar anak-anak di rumah.


"Program BPBL bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati akses listrik secara memadai. Program ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, membuka akses ekonomi, serta mendukung proses belajar anak-anak di rumah,"terang Sri.


Kegiatan bakti sosial Seruni KMP dilanjutkan dengan melakukan revitalisasi pendidikan dan penyaluran ribuan paket bantuan di sektor pendidikan, Seruni KMP resmi memulai revitalisasi dua sekolah, yakni SD Inpres Sublele dan SMP Negeri 13 Fatuleu. Ibu Sri Bahlil menegaskan bahwa penyediaan fasilitas pendidikan yang layak adalah kunci utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.


"Anak-anak di Kabupaten Kupang memiliki hak yang sama untuk belajar, tumbuh, dan meraih cita-cita setinggi mungkin sebagaimana anak-anak Indonesia lainnya," tegasnya.


Untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas warga di Kabupaten Kupang, Seruni KMP menggelontorkan bantuan massal secara bertahap yang meliputi: 2.201 paket sembako untuk pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. 1.530 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak. 546 paket Gemarikan guna mendukung pemenuhan gizi keluarga dan mencegah stunting juga bantuan untuk 41 penyandang disabilitas.


Diberikan juga bersamaan bantuan UMKM berupa mesin tenun beserta perlengkapannya bagi perajin lokal. 300 bibit pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih hijau.


Di akhir laporannya, Sri Bahlil menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari lintas Kementerian, Kepolisian RI, hingga Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Kupang. Ia berharap seluruh program yang dibawa hari ini dapat dirasakan langsung manfaatnya jangka panjang demi kesejahteraan generasi masa depan.


"Semoga seluruh bantuan dan program yang kita hadirkan hari ini dapat memberikan manfaat, memperkuat kesejahteraan masyarakat, dan menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun Indonesia dari daerah," tutur Sri mengakhiri.

Bagikan Ini!