Resmikan Pengembangan Kilang Balikpapan, Presiden Prabowo: Kita Mampu Mandiri Energi
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
NOMOR: 003.Pers/04/SJI/2025
Tanggal: 12 Januari 2026
Resmikan Pengembangan Kilang Balikpapan, Presiden Prabowo: Kita Mampu Mandiri Energi
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada hari ini, Senin (12/1) meresmikan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur. Pengembangan kilang Balikpapan menjadi langkah penting untuk mewujudkan swasembada energi sesuai program Asta Cita sehingga Indonesia tidak lagi mengandalkan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liqufied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan dalam negeri.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan kebanggaan atas capaian tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Saya merasa bahagia dan merasa sangat bangga atas yang kita hasilkan hari ini. Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur, semua pihak, semua jajaran pegawai yang bekerja keras, sehingga kita berhasil, mencapai hal (RDMP) ini. Termasuk juga kepada pemerintah daerah, manajemen, masyarakat Balikpapan, serta Kalimantan Timur. Ini adalah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa," ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa kemandirian energi adalah keharusan bagi sebuah negara merdeka. Menurutnya, suatu negara tidak masuk akal ingin merdeka jika masih bergantung pada pangan dan energi dari luar negeri. "Tidak masuk akal suatu negara ingin merdeka kalau tergantung pangan dan energi dari luar negara tersebut. Ini harus kita yakini. Kebutuhan pangan, energi harus bisa kita hasilkan sendiri," tegas Presiden.
Prabowo juga mengingatkan besarnya potensi energi nasional, seperti batubara, minyak dan gas, serta panas bumi yang seharusnya dimanfaatkan untuk mencapai kemandirian tersebut. "Dengan sumber-sumber energi yang kita miliki, sesungguhnya kita dapat menghasilkan energi kita sendiri, tidak perlu kita impor energi dari luar. Ini sasaran kita ke depan dalam 5 atau 6 tahun bahkan 7 tahun. Yang penting, kita harus menuju ke situ dan tentunya dengan kerja keras kita dapat mewujudkannya lebih cepat," jelasnya.
Semangat yang sama disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ia mengatakan bahwa mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi merupakan salah satu agenda besar bangsa sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden.
"Hari ini kita meresmikan RDMP Kilang Balikpapan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan kemandirian energi. Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, maka kita dapat mengurangi ketergantungan impor BBM dan LPG serta dapat menghasilkan produk dengan kualitas setara EURO V yang tentunya lebih ramah lingkungan," ujar Bahlil.
Proyek RDMP Balikpapan ini memiliki nilai investasi sekitar USD7,4 miliar atau setara Rp123 triliun. Melalui pembangunan RDMP, kapasitas produksi BBM meningkat dari sebelumnya 260 ribu barel per hari (KBPD) menjadi 360 KBPD setara Euro V. Selain itu, proyek ini menaikkan Indeks Kompleksitas Kilang dari 3,7 menjadi 8, dan persentase nilai produk meningkat menjadi 91,8% dari sebelumnya 75,3%.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa RDMP adalah proyek terintegrasi antara hulu dan hilir. Proyek ini diawali dengan pembangunan pipa Senipah sepanjang 78 kilometer sebagai pasokan bahan baku ke kilang, dengan jantung RDMP berupa unit RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) yang mengolah residu menjadi produk bernilai lebih tinggi.
"Peningkatan kapasitas produksi kita dari 260 ribu barel per hari naik menjadi 360 ribu barel per hari dengan kualitas yang lebih baik, standar Euro 5. Yang berikutnya terintegrasi juga dengan terminal BBM Tanjung Batu dengan volume 125 ribu kiloliter yang bisa melayani distribusi ke Indonesia bagian timur serta pembangunan tangki di Lawe-Lawe yang menampung 2 juta barel BBM sebagai penampungan," ungkap Simon.
Simon menegaskan bahwa peresmian proyek infrastruktur energi terintegrasi ini merupakan tonggak sejarah dan hasil kerja panjang anak bangsa untuk meningkatkan kemandirian energi. (SF)
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama
Gita Lestari
Bagikan Ini!