Menteri ESDM Pastikan Pasokan Energi Nasional Aman di Tengah Dinamika Global

Selasa, 17 Maret 2026 - Dibaca 88 kali

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan jaminan kepada masyarakat mengenai ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Pemerintah memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga pasokan listrik tetap berada dalam level aman dan terkendali sesuai dengan standar nasional.

Menteri ESDM menjelaskan bahwa meskipun kondisi ekonomi dan geopolitik dunia masih dibayangi ketidakpastian, Indonesia mulai mendapatkan indikasi positif terkait jalur distribusi energi global di Selat Hormuz.

"Kita sedikit mendapat angin segar, dengan Selat Hormuz, itu sudah mulai ada kebijakan tutup-buka. Artinya, bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi. Dan ini sebenarnya adalah sebuah perkembangan yang positif," ujar Menteri ESDM di Jakarta, pada Selasa (17/3).

Terkait kondisi di dalam negeri, Kementerian ESDM bersama badan usaha terkait terus memantau pergerakan stok secara harian. Untuk sektor kelistrikan dan bahan bakar rumah tangga, dipastikan tidak ada kendala pasokan yang berarti.

"Ketersediaan BBM, LPG, listrik untuk Indonesia, semuanya masih dalam keadaan terkendali, aman, sesuai dengan standar minimal stok nasional kita. Nah, untuk menyangkut dengan LPG, kita juga sekarang di akhir bulan ini akan ada yang masuk juga. Jadi relatif oke. Yang Hari Raya, nggak ada masalah. Batu Bara juga untuk PLN, rata-rata di 14-15 hari itu memang batas minimal standar nasional kita," jelasnya.

Selain itu Bahlil juga menepis kekhawatiran masyarakat mengenai potensi kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat dengan menekankan bahwa pemerintah memiliki skema perhitungan sendiri dan berkomitmen menjaga daya beli pasca-Hari Raya. Beliau mengimbau agar kebijakan negara lain tidak dijadikan sebagai referensi mutlak karena Indonesia memiliki aturan dasar yang berbeda dengan pembagian jenis BBM subsidi dan harga pasar.

Lebih lanjut, Menteri menegaskan bahwa subsidi BBM akan tetap berada dalam kendali pemerintah setidaknya hingga masa Hari Raya berakhir, sebagai bentuk perhatian besar negara agar beban ekonomi tidak langsung memberatkan masyarakat. Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga selama kondisi harga minyak dunia masih berada dalam koridor asumsi yang dapat dikelola oleh APBN. Menteri ESDM menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah tantangan energi yang ada.

"Tugas pemerintah, tugas pemimpin, itu menyelesaikan masalah. Bukan menghindari masalah. Masalah rakyat adalah tanggung jawab utamanya pemerintah dan rakyat sendiri. Kita sama-sama menyelesaikan," pungkas Bahlil.

Bagikan Ini!