Masela dan Transisi Energi jadi Prioritas Pembahasan dengan Jepang, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
NOMOR: 017.Pers/04/SJI/2025
Tanggal: 30 Maret 2026
Masela dan Transisi Energi jadi Prioritas Pembahasan dengan Jepang, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Pemerintah Indonesia terus mempercepat langkah strategis di sektor energi, baik melalui penguatan investasi migas maupun pengembangan energi baru dan terbarukan di tengah perkembangan kondisi geopolitik global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengakselerasi dua agenda utama, yakni percepatan investasi transisi energi serta penyelesaian proyek strategis Blok Masela.
"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya itu ditugaskan untuk melakukan dua hal. Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi. Yang kedua adalah menyangkut Inpex blok Masela," ujar Bahlil di sela kunjungan kerja di Tokyo, Jepang, Senin (30/3).
Ia menjelaskan, proyek Blok Masela yang telah lama berada dalam tahap pembahasan kini menunjukkan kemajuan signifikan setelah dilakukan pertemuan intensif sepanjang 2025. Pemerintah telah menyepakati skema pengembangan proyek dengan nilai awal mencapai USD20,9 miliar, yang berpotensi meningkat seiring dinamika geopolitik dan penambahan teknologi penangkapan karbon (CCS).
Bahlil menambahkan bahwa secara keseluruhan nilai investasi proyek diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 triliun, sekaligus menegaskan dominasi sektor ESDM dalam struktur investasi yang masuk. Ia menegaskan bahwa pemerintah menargetkan percepatan implementasi proyek tersebut, termasuk pelaksanaan tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC) serta penyelesaian Front-End Engineering and Design (FEED) pada tahun 2026.
"Nah, tugas saya sebagai Menteri ESDM, Bapak Presiden tadi dalam arahannya, ketika saya pertemukan Presiden Direktur daripada Inpex, dengan Bapak Presiden, mengharapkan agar proyek ini bisa cepat diimplementasikan. Dan tahun ini, 2026, tender EPC-nya akan kita lakukan. FEED-nya juga akan selesai. Dan kita minta untuk dipercepat," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa percepatan proyek ini akan berdampak besar terhadap ketahanan energi nasional, mengingat Blok Masela merupakan salah satu proyek migas berskala besar (giant) yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain gas dunia. Pemerintah juga mendorong optimalisasi pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik guna memperkuat hilirisasi energi nasional.
Selain penguatan sektor migas, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan energi non-fosil sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional. Pemanfaatan energi panas bumi, tenaga air, surya, hingga angin akan terus didorong selama didukung oleh teknologi yang efisien dan kompetitif. Dalam konteks tersebut, Bahlil menegaskan bahwa percepatan transisi energi menjadi langkah penting untuk mengantisipasi ketidakpastian global yang tidak dapat diprediksi.
"Karena geopolitik ini kita gak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau geotermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi harganya efisien, kita akan dorong," ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah terus melakukan komunikasi dan koordinasi intensif lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri, guna menjaga kepastian investasi dan kelancaran proyek strategis nasional di tengah dinamika geopolitik.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong Indonesia menjadi pemain utama dalam industri gas dan transisi energi global.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama
Gita Lestari
Bagikan Ini!