Kementerian ESDM Pantau Langsung Kondisi Distribusi Energi di Wilayah Sulawesi

Sabtu, 14 Maret 2026 - Dibaca 134 kali

MAKASSAR -- Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Tim Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat Sulawesi tetap terjaga. Untuk memantau langsung kondisi lapangan, Wakil Menteri ESDM diwakili oleh Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Investasi dan Ekonomi Muhammad Mahmud Azhar Lubis melakukan peninjauan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dari pengecekan bersama instansi terkait, ditemukan bahwa pasokan BBM dan LPG di Sulawesi dalam kondisi cukup dan distribusi berjalan lancar. Saat meninjau SPBU 74.901.15, Lubis menegaskan ketersediaan BBM dan LPG untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri.

"Tadi sudah kita cek ketersediaan LPG, BBM cukup. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kami datang bersama BPH Migas, Badan Pengawas Hilir Migas, dari Ditjen Migas, dari Pertamina Patra Niaga, dari Dewan Energi Nasional, Jadi lengkap untuk memastikan tadi bahwa memang kebutuhan saudara-saudara kita dalam rangka Ramadan dan Idulfitri 1447 H ini, bisa terlaksana dengan baik," ujarnya ketika meninjau SPBU pada Jumat (13/3).

Lubis juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik atau menimbun bahan bakar. "Stok (BBM dan LPG) kita cukup, karena kapal (pengangkut BBM dan LPG) datang terus. Jadi stok itu berkurang kalau tidak ada tambahan. Tapi kalau datang terus, tidak ada masalah. Jadi itu seluruh Indonesia juga aman," jelasnya.

Dari pihak Pertamina, Direktur Pemasaran Korporat PT. Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso mengatakan tim di lapangan telah mengecek terminal-ter-minal terintegrasi untuk memastikan stok BBM dan LPG memadai. "Teman-teman Patra Niaga di Region sini pun sudah mengantisipasi untuk kebutuhan Ramadan dan Hari Raya tahun ini," ujarnya.

Di Sulawesi Selatan tercatat 248 SPBU reguler, 45 di antaranya berada di kota Makassar, dan 121 SPBU tersebar sepanjang jalur wisata Malino-Gowa, Bantimurung & Leang Leang - Maros hingga Tanjung Bira - Bulukumba. Untuk pasokan LPG, ada 239 agen serta 13.743 pangkalan siaga yang melayani distribusi. Kuota LPG 3 kg untuk 2026 di provinsi ini sebesar 289.784 metrik ton.

Kesiapan kelistrikan juga dipastikan aman. Tim posko meninjau fasilitas Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) milik PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) di Makassar. Menurut Lubis, sistem kelistrikan Sulawesi memiliki cadangan daya yang memadai untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri.

"Alhamdulillah tadi kami diskusi lihat data Kondisi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat ini Tenggara juga aman, karena itu yang baru terintegrasi dengan sini. Dan malah lebih dari cukup punya cadangan yang bagus, jadi masyarakat semuanya yang khususnya di Sulawesi ini yang sedang menjalani Ramadhan dan juga Idulfitri tidak perlu khawatir, pasokan listrik akan tersedia dan PLN juga siaga 24 jam," ujarnya pada Sabtu (14/3).

General Manager PT PLN (Persero) UID Sulselrabar Edyansyah menambahkan, konsumsi listrik saat puncak Idulfitri diperkirakan turun sekitar 5%: dari rata-rata 1.900 MW menjadi sekitar 1.700 MW, sementara kapasitas tersedia mencapai 2.300 MW, sehingga masih ada cadangan lebih dari 500 MW. PLN juga menyiagakan berbagai fasilitas dan tim siaga, termasuk genset, UPS (Uninterruptible Power Supply), gardu bergerak, crane, kendaraan operasional, dan tim khusus untuk pekerjaan dalam keadaan bertegangan.

Secara keseluruhan, hasil peninjauan menunjukkan pasokan BBM, LPG, dan listrik di Sulawesi dalam kondisi aman. Masyarakat diminta tetap tenang dan menggunakan energi secukupnya agar distribusi berjalan lancar untuk semua selama Ramadan dan Idulfitri. (DAN)

Bagikan Ini!