Kapasitas Pembangkit Naik 7 GW, Akses Listrik Masyarakat Meningkat
JAKARTA - Peningkatan akses masyarakat terhadap listrik menjadi salah satu prioritas Pemerintah di tahun 2025. Sepanjang satu tahun terakhir, kenaikan kapasitas terpasang sekitar 7 gigawatt (GW) menjadi 107,51 GW dari sebelumnya 100,65 GW di tahun 2024. Kenaikan ini menjadi bukti bahwa Pemerintah terus berkomitmen memperkuat ketahanan energi dan mencapai swasembada energi sesuai Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa kenaikan kapasitas terpasang ke depannya harus ditingkatkan sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional. Kehadiran listrik menjadi salah satu pendorong p ningkatan investasi dan industri nasional.
"Dalam analisa kami di tahun 2026, kita harus genjot. Karena seiring dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan oleh Pemerintah pada tahun ini," ujar Bahlil pada Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (8/1) kemarin.
Secara historis, kapasitas terpasang pembangkit selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun sejak 2020 silam. Pada tahun tersebut kapasitas terpasang pembangkit tercatat sebesar 72,75 GW di 2020 dan naik menjadi 74,53 GW di 2021. Tren positif ini berlanjut pada 2022 di mana terdapat pertumbuhan menjadi 83,81 GW, kemudian mencapai 91,17 di 2023.
Pemerintah juga menargetkan peningkatkan konsumsi listrik per kapita di tahun 2025 sebesar 1.464 kilowatt hour (kWh). Realisasinya melampaui target tersebut, yakni mencapai 1.584 kWh atau 108,2% dari target. Pencapaian ini menandakan adanya pertumbuhan permintaan dan pemerataan akses listrik, hingga ke daerah terpencil.
"Jadi konsumsi kita naik. Kalau konsumsi naik, itu artinya terjadi pertumbuhan permintaan, dan itu kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Dan yang kedua adalah terjadi juga pemerataan," jelas Bahlil.
Bahlil menyampaikan, kenaikan konsumsi per kapita ini tidak terlepas dari keberhasilan program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Sepanjang 2025, Program Listrik Desa telah direalisasikan di 1.516 lokasi dan menjangkau 77.616 pelanggan. Sementara, hingga 31 Desember 2025, program BPBL telah direalisasikan untuk 205.968 rumah tangga.
Ke depan, Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan sektor ketenagalistrikan, termasuk peningkatan pembangunan pembangkit sesuai yang telah ditetapkan pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). (DKD)
Bagikan Ini!