Diplomasi Energi Menteri Bahlil, Perkuat Indonesia Demi Wujudkan Swasembada Energi

Rabu, 18 Maret 2026 - Dibaca 133 kali

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 012.Pers/04/SJI/2025

Tanggal: 18 Maret 2026

Diplomasi Energi Menteri Bahlil, Perkuat Indonesia Demi Wujudkan Swasembada Energi

Pemerintah terus memperkuat posisi sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia dalam lanskap energi global, demi memperkuat ketahanan energi nasional dan mewujudkan swasembada energi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pada kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang, benar-benar memanfaatkan forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) dan sejumlah pertemuan bilateral dengan petinggi negara sahabat untuk berdiplomasi mendorong kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan.

"Di tengah ketidakpastian pasokan energi dunia saat ini, kita perlu memperkuat kolaborasi yang saling mengangkat satu sama lain bukan justru saling menjatuhkan satu sama lain," kata Bahlil di hadapan para delegasi forum IPEM, Tokyo, Minggu (15/3) lalu.

Diplomasi energi yang dilakukan Bahlil diwujudkan melalui sejumlah kesepakatan strategis. Bersama negara tuan rumah, Jepang, Indonesia menandatangani kerja sama di bidang mineral kritis dan energi nuklir yang ditargetkan untuk memperkuat rantai pasok energi masa depan sekaligus mendukung mendukung pengembangan teknologi energi masa depan di kawasan Asia-Pasifik.

Salah satu hasil utama dari pertemuan tersebut Adalah penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) di dua bidang strategis, yaitu mineral kritis dan energi nuklir. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sistem energi yang lebih terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan.

"Saya sangat menyambut baik tentang memorandum yang kita hari ini tandatangani, khususnya di bidang mineral kritis, kami sangat terbuka, kami dengan senang hati untuk meminta kepada pemerintah Jepang maupun teman-teman pengusaha Jepang untuk bisa mengelola bersama-sama mineral kritis kami yang ada di Indonesia," ungkap Bahlil di sela pertemuan bilateral.

Di kawasan ASEAN, Indonesia juga mencatat kemajuan signifikan dalam pembahasan kerja sama energi dengan Singapura. Bertemu dengan Minister for Manpower sekaligus penanggung jawab energi Singapura Tan See Leng, Bahlil mematangkan rencana pengembangan Kepulauan Riau menjadi hub industri teknologi hijau.

"Saya sudah mendapat laporan bahwa kawasan industri sudah hampir final. Nanti kita akan bangun di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Dan ini saya lagi meng-clear-kan. Kalau itu sudah selesai, maka saya pikir ini salah satu kemajuan dalam persiapan," sebutnya dalam pertemuan itu.

Tidak hanya dengan Singapura, bersama Deputy Minister (Energy) at the Prime Minister's Office Brunei Darussalam, Dato Seri Paduka Awang Haji Mohamad Azmi Bin Haji Mohd Hanifah, Bahlil membahas langkah konkret kerja sama energi, mulai dari penguatan ketahanan pasokan minyak hingga peluang kolaborasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Memperkuat kerja sama dengan Amerika Serikat (AS), pada Forum IPEM, Bahlil juga menyaksikan kesepakatan kerja sama antara PT Geo Dipa Energi dan perusahaan Amerika Serikat Lilac Solutions dalam pengembangan teknologi ekstraksi lithium dari geothermal brine. Inisiatif ini mencerminkan potensi besar integrasi antara pengembangan energi panas bumi dan pemanfaatan mineral strategis yang mendukung ekosistem energi bersih, termasuk rantai pasok baterai global.

Melalui pendekatan diplomasi yang aktif dan berbasis kepentingan nasional, Indonesia menegaskan perannya sebagai mitra strategis dari negara-negara sahabat dalam menjaga stabilitas energi global, sekaligus sebagai pusat pertumbuhan energi bersih dan industri hijau.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Gita Lestari

Bagikan Ini!