Tindak Lanjut Arahan Presiden, Kementerian ESDM Dorong Pengelolaan Energi yang Lebih Bijak

Tuesday, 17 March 2026 - Dibaca 158 kali

BANDUNG -- Pemerintah mulai menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan penggunaan energi nasional tetap terjaga secara optimal di tengah dinamika global. Arahan ini disampaikan oleh Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan peninjauan terhadap berbagai sektor pengguna bahan bakar minyak (BBM), termasuk sektor pembangkitan listrik. Langkah ini juga mencakup penguatan pemanfaatan sumber energi alternatif seperti gas untuk penggunaan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

"Arahan dari Presiden Prabowo, kita lakukan efisiensi. Untuk itu, kita segera melakukan langkah-langkah antisipatif. Pertama adalah kita melihat bagaimana penggunaan BBM untuk pembangkit-pembangkit kita lakukan evaluasi, juga penggunaan gas ini kita juga evaluasi. Bagaimana efisiensi bisa dilakukan," kata Wakil Menteri ESDM, Yuliot, usai meninjau kesiapan pasokan BBM dan LPG menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H di Padalarang, Bandung, Senin (16/3)

Menurut Yuliot, evaluasi tidak hanya difokuskan pada sektor pembangkit listrik, tetapi juga mencakup berbagai aktivitas operasional yang menggunakan BBM untuk memastikan pengelolaan energi dengan cermat.

"Intinya Presiden itu meminta kepada kita untuk melakukan manajemen energi agar lebih efisien," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo meminta jajaran Kabinet Merah Putih untuk menyiapkan berbagai langkah penghematan energi sebagai antisipasi apabila terjadi krisis energi global. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) serta pengurangan hari kerja, sebagaimana pernah dilakukan oleh Pakistan.

"Ini saya minta dibicarakan nanti, mungkin oleh Menko-Menko. Beberapa hari ini kita lihat, kita pikirkan. Dulu kita atasi COVID berhasil dan kita mampu. Banyak bekerja dari rumah, efisiensi. Kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar. Karena itu, pengurangan hari kerja juga dipertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya. Kita walaupun merasa aman, tidak panik, tapi kita juga tidak boleh terlalu lengah," tutur Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3) lalu.

Presiden menilai, pengalaman pada masa pandemi COVID-19 dengan penyesuaian aktivitas kerja, seperti peningkatan kerja dari rumah, terbukti efektif mengurangi konsumsi BBM. (SF)

Share This!