
Lepas 1.407 Pemudik, Menteri Bahlil Ingatkan Cabut Kontak Peralatan Listrik di Rumah
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi melepas keberangkatan 1.407 peserta mudik bersama sektor ESDM di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (27/3). Program tahunan ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran arus mudik Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025 M, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di sektor ESDM.
Dalam momen pelepasan ini, selain menyampaikan harapan agar perjalanan berjalan lancar, Bahlil mengingatkan pentingnya memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan, terutama dengan mencabut peralatan listrik guna mencegah risiko kebakaran atau kecelakaan listrik lainnya.
"Saya hanya meminta kepada bapak ibu yang melakukan mudik, sebelum bis diberangkatkan, tolong telepon lagi ke rumah masing-masing. Cek, jangan sampai masih ada setrika yang belum dicabut, jangan sampai ada dispenser yang colokannya belum dicabut, maupun yang lainnya jangan sampai nasi masih ada di dalam (rice cooker) belum dicabut, itu bahaya," ujarnya.
Lebih lanjut, Bahlil juga menegaskan bahwa Kementerian ESDM bersama para pemangku kepentingan telah membentuk Posko Sektor ESDM periode Ramadan - Idulfitri (Rafi) 2025 sejak 17 Maret 2025. Posko yang dikoordinasikan oleh Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) ini bertugas memastikan ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat selama periode mudik dan Lebaran.
Bahlil menjelaskan bahwa kondisi ketahanan energi saat ini berada dalam keadaan stabil. Ia menyebut bahwa masa ketahanan Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional berada di kisaran 18-21 hari, sementara Liquified Petroleum Gas (LPG) rata-rata nasional dapat bertahan hingga 16 hari. Selain itu, PLN telah melakukan berbagai persiapan, termasuk memastikan kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mendukung para pemudik yang menggunakan mobil listrik.
"PLN pun melakukan persiapan dengan cukup baik, termasuk dalam hal SPKLU guna memfasilitasi saudara-saudara kita yang mudik menggunakan mobil listrik. Terjadi peningkatan cukup besar dalam penggunaan kendaraan listrik, mencapai 7,5 kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," tambahnya.
Program mudik bersama ini melibatkan sejumlah badan usaha di sektor ESDM. MIND ID menyediakan 15 bus, PT Pertamina 6 bus, PT PLN 5 bus, PT PGN 3 bus, PT BRI 2 bus, dan PT BSI 1 bus. Secara keseluruhan, sebanyak 32 bus diberangkatkan dengan membawa 1.407 pemudik yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Golongan I dan II, Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN), serta pegawai outsourcing beserta keluarganya di lingkungan Kementerian ESDM.
Para pemudik ini akan menempuh rute perjalanan melalui dua jalur utama, yakni Jalur Barat yang mencakup Lampung hingga Medan, serta Jalur Timur yang meliputi Cirebon hingga Malang. Dengan program ini, diharapkan para pemudik dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan lebih nyaman dan aman.
Share This!